
Hijr Ismail, Multazam, dan Hajar Aswad: Mengenal Area di Sekitar Ka’bah
Mengenal area di sekitar Ka’bah: Hijr Ismail, Multazam, dan Hajar Aswad, lengkap dengan keutamaan, adab, dan hal yang perlu diketahui jamaah saat tawaf.
Di sekitar Ka’bah terdapat beberapa area yang memiliki keutamaan dan makna tersendiri, di antaranya Hijr Ismail, Multazam, dan Hajar Aswad. Memahami masing-masing area ini akan membantu jamaah menjalani tawaf dengan lebih khusyuk dan sesuai adab, terutama saat kondisi Masjidil Haram sedang padat.
Hijr Ismail: Area yang Dahulu Bagian dari Ka’bah
Hijr Ismail (disebut juga Hatim) adalah area setengah lingkaran di sisi utara Ka’bah yang dibatasi dinding rendah. Sebagian area ini dahulu merupakan bagian dari bangunan Ka’bah. Karena itu, para ulama menyebut shalat di dalam Hijr Ismail dihukumi seperti shalat di dalam Ka’bah. Jamaah dianjurkan memanfaatkan kesempatan shalat di sini bila memungkinkan, meski area ini sering penuh.
Multazam: Tempat Berdoa yang Mustajab
Multazam adalah area dinding Ka’bah yang terletak antara Hajar Aswad dan pintu Ka’bah. Kata “multazam” berarti tempat yang dipegang erat, karena jamaah menempelkan dada, wajah, dan lengan ke dinding sambil berdoa. Banyak ulama menyebut Multazam sebagai salah satu tempat yang mustajab untuk berdoa. Saat kondisi padat, berdoa di dekat Multazam tanpa memaksakan diri sudah cukup.
Hajar Aswad: Batu Hitam dari Surga
Hajar Aswad adalah batu hitam yang terletak di sudut timur Ka’bah. Dalam hadits disebutkan bahwa Hajar Aswad berasal dari surga. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam menciumnya saat tawaf, dan setiap melewatinya beliau mengisyaratkan tangan ke arahnya. Jamaah yang mampu mencium atau menyentuhnya dianjurkan melakukannya, namun bila kondisi padat, cukup mengisyaratkan tangan ke arah Hajar Aswad sambil bertakbir tanpa memaksakan diri.
Adab dan Hal Penting Saat di Sekitar Ka’bah
- Jaga ketertiban dan hindari saling dorong saat mendekati Hajar Aswad atau Multazam.
- Utamakan keselamatan diri dan jamaah lain di atas keinginan mencium Hajar Aswad.
- Perbanyak dzikir, doa, dan istighfar selama berada di sekitar Ka’bah.
- Hindari memotret secara berlebihan yang mengganggu kekhusyukan.
- Ikuti arahan petugas dan jaga arah tawaf agar tidak melawan arus.
Saat tawaf, pastikan Ka’bah berada di sebelah kiri Anda. Setiap melewati Hajar Aswad, mengisyaratkan tangan ke arahnya sambil bertakbir adalah amalan yang dianjurkan. Bagi jamaah yang ingin shalat di Hijr Ismail atau berdoa di Multazam, pilih waktu yang lebih lengang bila memungkinkan.
Memahami area di sekitar Ka’bah membuat ibadah tawaf lebih bermakna dan tertib. Jamaah Azwar Travel dibimbing muthawwif agar dapat menjalani tawaf sesuai sunnah tanpa mengabaikan keselamatan. Wallahu a’lam bish-shawab.
Pelajari juga cara tawaf umroh dan Masjidil Haram 2026 agar ibadah tawaf Anda semakin sempurna.
Pertanyaan yang Sering Diajukan
Apa itu Hijr Ismail?
Hijr Ismail adalah area setengah lingkaran di sisi utara Ka’bah yang dibatasi dinding rendah. Sebagian area ini dahulu termasuk bagian dari Ka’bah. Shalat di dalam Hijr Ismail dihukumi seperti shalat di dalam Ka’bah.
Di mana letak Multazam?
Multazam adalah area dinding Ka’bah antara Hajar Aswad dan pintu Ka’bah. Jamaah sering memanfaatkan Multazam untuk berdoa dengan penuh kekhusyukan karena termasuk tempat yang mustajab untuk berdoa.
Apa keutamaan Hajar Aswad?
Hajar Aswad adalah batu hitam yang berasal dari surga. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam menciumnya saat tawaf. Jamaah yang tidak dapat mencium atau menyentuhnya dianjurkan mengisyaratkan tangan ke arahnya sambil bertakbir.
Bagaimana adab saat berada di sekitar Ka’bah?
Jaga ketertiban, hindari berdesak-desakan, dan jangan menyakiti jamaah lain demi mencium Hajar Aswad. Utamakan keselamatan, karena mengisyaratkan tangan dari jauh sudah cukup bila kondisi padat.
Tentang Penulis
Ust. Ahmad Fauzi, Lc., M.Ag (Dewan Pembimbing Syariah Azwar Travel)