Penyelenggara Resmi Umrah & Haji Khusus — Izin PPIU Kemenag RI No. 91204083221660004 (Terakreditasi A)

Pusat Edukasi & Bimbingan Manasik

Panduan Ibadah Umroh Lengkap Sesuai Rukun dan Sunnah Rasulullah ﷺ

Tata cara, niat, doa, dalil Al-Qur'an dan hadis untuk pemula dan calon jamaah tahun 2026–2027.

Dasar Hukum Ibadah Umroh dalam Al-Qur'an dan Hadis

Dalil Al-Qur'an: Surah Al-Baqarah Ayat 196

وَأَتِمُّوا الْحَجَّ وَالْعُمْرَةَ لِلَّهِ

Wa atimmul-ḥajja wal-'umrata lillāh.

“Sempurnakanlah ibadah haji dan umrah karena Allah.”

QS. Al-Baqarah [196]

Ayat ini menjadi salah satu landasan penting ibadah umroh. Setelah seseorang memulai ibadah umroh, ia diperintahkan menyempurnakan rangkaian ibadah tersebut karena Allah SWT.

Para ulama berbeda pendapat mengenai hukum umroh pada asalnya. Dalam mazhab Syafi'i dan Hanbali, umroh diwajibkan sekali seumur hidup bagi yang memenuhi syarat. Dalam mazhab Hanafi dan pendapat masyhur mazhab Maliki, kedudukannya adalah sunnah muakkadah.

Perbedaan pendapat tersebut tidak mengubah kewajiban menyelesaikan manasik dengan benar setelah seseorang masuk ke dalam ibadah umroh.

Dalil Hadis: Mengikuti Tuntunan Manasik Rasulullah ﷺ

Rasulullah ﷺ bersabda:

لِتَأْخُذُوا مَنَاسِكَكُمْ

Lita'khudzū manāsikakum.

“Ambillah dariku tata cara manasik kalian.”

HR. Muslim No. 1297.

Hadis tersebut disampaikan dalam konteks ibadah haji. Namun, prinsip mengikuti tuntunan Nabi ﷺ juga menjadi dasar penting ketika mempelajari manasik umroh, dengan memperhatikan dalil khusus setiap amalannya.

Mengenal Rukun dan Wajib Umroh

Menurut pedoman manasik yang umum digunakan di Indonesia, rukun umroh terdiri atas lima perkara.

No.Rukun UmrohPenjelasan
1IhramMemasuki ibadah umroh dengan niat
2TawafMengelilingi Ka'bah sebanyak tujuh putaran
3Sa'iBerjalan antara Safa dan Marwah sebanyak tujuh perjalanan
4TahallulMencukur atau memendekkan rambut
5TertibMelaksanakan seluruh rukun sesuai urutan

Apabila salah satu rukun belum dilaksanakan dengan benar, umroh belum selesai secara sah.

Wajib umroh mencakup memulai ihram dari miqat yang ditetapkan dan menjaga larangan ihram. Konsekuensi meninggalkan wajib umroh berbeda dari meninggalkan rukun dan dapat berkaitan dengan kewajiban dam, sesuai ketentuan fikih.

Sementara itu, amalan seperti mandi sebelum ihram, memperbanyak talbiyah, ramal bagi laki-laki, dan salat sunnah setelah tawaf adalah amalan yang dianjurkan, bukan pengganti rukun.

1

Tahap 1: Persiapan Sebelum Ihram

Sebelum memulai ibadah umroh, jamaah dianjurkan mempersiapkan hati, kebersihan tubuh, dan kebutuhan perjalanan.

A. Meluruskan niat

Allah SWT memerintahkan umat Islam untuk beribadah dengan ikhlas.

Salah satu dasar penting mengenai niat adalah sabda Rasulullah ﷺ:

إِنَّمَا الْأَعْمَالُ بِالنِّيَّاتِ

Innamal-a'mālu bin-niyyāt.

“Sesungguhnya amal-amal itu bergantung pada niatnya.”

HR. Bukhari No. 1.

Jamaah hendaknya berangkat untuk mencari rida Allah SWT, bukan semata-mata mendapatkan pengakuan, pujian, atau perhatian dari manusia.

Niat ini perlu dipertahankan sepanjang perjalanan dan pelaksanaan ibadah.

B. Mandi sebelum ihram

Sebelum memasuki keadaan ihram, jamaah dianjurkan mandi dan membersihkan tubuh.

Hal ini berkaitan dengan riwayat Jabir bin Abdullah tentang peristiwa Asma binti Umais. Rasulullah ﷺ memerintahkan Asma untuk mandi dan masuk ke dalam keadaan ihram meskipun baru melahirkan.

HR. Muslim No. 1218.

Mandi sebelum ihram merupakan amalan yang dianjurkan, bukan rukun umroh.

C. Menyiapkan pakaian ihram

Laki-laki: Menggunakan dua helai kain ihram, yaitu kain untuk menutupi tubuh bagian bawah dan kain untuk menutupi bagian atas. Pada umumnya digunakan kain berwarna putih.

Perempuan: Menggunakan pakaian yang menutup aurat, longgar, dan tidak transparan. Tidak ada ketentuan bahwa pakaian ihram perempuan harus berwarna putih.

Dalam keadaan ihram, laki-laki tidak memakai jenis pakaian tertentu yang dilarang oleh hadis, seperti kemeja dan celana yang mengikuti bentuk anggota tubuh. Perempuan tidak mengenakan niqab dan sarung tangan menurut ketentuan hadis, dengan rincian penutupan wajah di hadapan laki-laki nonmahram yang dibahas lebih lanjut dalam fikih.

HR. Bukhari No. 1542 dan 1838.

D. Persiapan lainnya

Jamaah dianjurkan mempersiapkan kebersihan tubuh, merapikan kuku, dan mengurus kebutuhan pribadi sebelum berniat ihram. Setelah ihram dimulai, berlaku larangan-larangan tertentu yang tidak boleh dilanggar.

Tidak ada keharusan melaksanakan salat khusus ihram sebagai rukun. Apabila tiba di miqat bertepatan dengan waktu salat, jamaah dapat menunaikan salat sesuai ketentuan dan petunjuk pembimbing.

2

Tahap 2: Ihram dan Berniat Umroh di Miqat

Ihram adalah rukun pertama umroh.

Ihram berarti seseorang memasuki ibadah umroh dengan niat, sehingga mulai berlaku aturan dan larangan ihram.

A. Apa itu miqat?

Miqat adalah batas yang ditentukan untuk memulai ihram.

Rasulullah ﷺ menetapkan sejumlah miqat, antara lain:

  • Dzul Hulaifah untuk orang yang datang melalui arah Madinah.
  • Al-Juhfah untuk orang yang datang melalui arah Syam.
  • Qarnul Manazil untuk arah Najd.
  • Yalamlam untuk arah Yaman.

Miqat tersebut juga berlaku bagi orang dari wilayah lain yang melintasi jalur bersangkutan untuk menunaikan haji atau umroh.

HR. Bukhari No. 1524.

Panduan jamaah Indonesia:

Jamaah yang berangkat dari Madinah menuju Makkah biasanya memulai ihram di Dzul Hulaifah atau Bir Ali.

Untuk jamaah yang langsung menuju wilayah Makkah melalui penerbangan, miqat harus ditentukan berdasarkan jalur perjalanan dan ketentuan yang berlaku. Persiapan pakaian dapat dilakukan lebih awal, tetapi niat ihram tidak boleh sengaja ditunda hingga melewati miqat yang berlaku.

B. Bacaan niat umroh

Niat pada dasarnya berada di dalam hati.

Salah satu lafaz sederhana untuk menyatakan masuk ke dalam ibadah umroh adalah:

لَبَّيْكَ عُمْرَةً

Labbaika 'umratan.

“Aku memenuhi panggilan-Mu untuk melaksanakan umroh.”

Lafaz tersebut digunakan untuk menegaskan maksud memasuki ibadah umroh. Yang terpenting adalah niat yang benar; jamaah tidak diwajibkan menghafal satu redaksi niat panjang tertentu.

C. Hal yang harus dihindari setelah ihram

Setelah berihram, jamaah harus menjaga diri dari larangan ihram, di antaranya:

  1. Sengaja mencukur atau menghilangkan rambut tanpa alasan yang dibenarkan.
  2. Memotong kuku menurut ketentuan fikih.
  3. Menggunakan wewangian pada tubuh atau pakaian setelah ihram dimulai.
  4. Melakukan hubungan suami istri dan perbuatan seksual yang dilarang.
  5. Melangsungkan akad nikah dalam keadaan ihram.
  6. Berburu hewan darat yang dilarang bagi orang berihram.
  7. Melanggar ketentuan pakaian ihram laki-laki dan perempuan.

Hukum pelanggaran, pengecualian karena kebutuhan, serta kewajiban fidyah atau dam perlu diperiksa menurut jenis pelanggarannya.

3

Tahap 3: Membaca Talbiyah

Setelah berniat ihram, jamaah dianjurkan memperbanyak bacaan talbiyah sepanjang perjalanan menuju Makkah hingga akan memulai tawaf.

Bacaan talbiyah sesuai sunnah

لَبَّيْكَ اللَّهُمَّ لَبَّيْكَ، لَبَّيْكَ لَا شَرِيكَ لَكَ لَبَّيْكَ، إِنَّ الْحَمْدَ وَالنِّعْمَةَ لَكَ وَالْمُلْكَ، لَا شَرِيكَ لَكَ

Labbaikallāhumma labbaik, labbaika lā syarīka laka labbaik. Innal-ḥamda wan-ni'mata laka wal-mulk, lā syarīka lak.

“Aku memenuhi panggilan-Mu, ya Allah. Tiada sekutu bagi-Mu. Sesungguhnya segala pujian, nikmat, dan kerajaan adalah milik-Mu. Tiada sekutu bagi-Mu.”

HR. Bukhari No. 1549.

Makna talbiyah

Talbiyah merupakan ungkapan ketaatan seorang hamba yang datang memenuhi panggilan Allah SWT.

Kalimat ini juga menegaskan tauhid, yaitu keyakinan bahwa hanya Allah yang berhak disembah.

Laki-laki dianjurkan mengeraskan bacaan talbiyah dengan tetap menjaga ketertiban. Perempuan membacanya dengan suara yang tidak mengganggu dan tidak menarik perhatian yang tidak perlu.

Ketika mulai melaksanakan tawaf umroh, jamaah menghentikan talbiyah dan beralih kepada zikir serta doa selama tawaf.

4

Tahap 4: Memasuki Masjidil Haram

Setelah tiba di Makkah, jamaah mempersiapkan diri untuk menuju Masjidil Haram.

Sebelum memasuki masjid, pastikan kondisi tubuh memungkinkan untuk menjalankan tawaf. Jamaah juga perlu memperhatikan kebersihan pakaian, aurat, dan ketentuan bersuci.

Doa masuk masjid

اللَّهُمَّ افْتَحْ لِي أَبْوَابَ رَحْمَتِكَ

Allāhummaftaḥ lī abwāba raḥmatik.

“Ya Allah, bukakanlah untukku pintu-pintu rahmat-Mu.”

HR. Muslim No. 713.

Dianjurkan memasuki masjid dengan kaki kanan serta membaca doa masuk masjid.

Ketika pertama kali melihat Ka'bah

Jamaah boleh memperbanyak zikir, memuji Allah, dan berdoa dengan sungguh-sungguh.

Namun, tidak terdapat satu bacaan panjang tertentu saat pertama melihat Ka'bah yang wajib diamalkan oleh setiap jamaah berdasarkan hadis sahih.

Jamaah tidak perlu merasa ibadahnya kurang sempurna apabila tidak menghafal doa tertentu pada saat tersebut.

5

Tahap 5: Melaksanakan Tawaf Tujuh Putaran

Tawaf adalah rukun kedua umroh.

Tawaf dilakukan dengan berjalan mengelilingi Ka'bah sebanyak tujuh putaran.

Dalil Al-Qur'an

Allah SWT berfirman:

وَلْيَطَّوَّفُوا بِالْبَيْتِ الْعَتِيقِ

Wal-yaṭṭawwafū bil-baitil-'atīq.

“...dan hendaklah mereka melakukan tawaf di sekeliling Baitullah.”

QS. Al-Hajj [22:29].

Ayat tersebut berada dalam rangkaian pembahasan manasik haji. Ketentuan tawaf umroh secara lebih terperinci dijelaskan melalui sunnah Nabi ﷺ dan fikih manasik.

A. Memulai dari Hajar Aswad

Jamaah menuju garis yang sejajar dengan Hajar Aswad sebagai tempat memulai putaran.

Apabila memungkinkan tanpa menyakiti orang lain, menyentuh atau mencium Hajar Aswad merupakan amalan yang memiliki dasar sunnah.

Namun, jamaah tidak boleh memaksakan diri hingga mendorong, menyikut, atau membahayakan orang lain.

Apabila tidak memungkinkan untuk mendekat, cukup menghadap atau memberi isyarat ke arahnya dan bertakbir:

اللَّهُ أَكْبَرُ

Allāhu akbar.

“Allah Mahabesar.”

HR. Bukhari No. 1613.

B. Mengelilingi Ka'bah

Ketika tawaf:

  1. Tempatkan Ka'bah di sebelah kiri tubuh.
  2. Bergerak berlawanan arah jarum jam.
  3. Lakukan tujuh putaran secara utuh.
  4. Hitung setiap putaran mulai dan berakhir sejajar Hajar Aswad.
  5. Lakukan tawaf di luar area Hijr Ismail, bukan memotong jalan melaluinya.
  6. Jaga aurat, kesucian, dan ketertiban.

Bersuci dari hadas merupakan syarat tawaf menurut jumhur ulama, termasuk mazhab Syafi'i yang umum diikuti di Indonesia. Terdapat perincian berbeda dalam mazhab lain.

C. Sunnah khusus bagi laki-laki

Dalam tawaf umroh, laki-laki dianjurkan melakukan:

Idtiba': Meletakkan kain ihram dengan bahu kanan terbuka selama tawaf.

Ramal: Berjalan dengan langkah yang lebih cepat dan pendek pada tiga putaran pertama apabila memungkinkan, kemudian berjalan biasa pada empat putaran berikutnya.

Keduanya bukan rukun tawaf.

Perempuan tidak disunnahkan melakukan ramal atau membuka bahu.

HR. Bukhari No. 1616 dan Abu Dawud No. 1889.

D. Bacaan doa selama tawaf

Tidak ada kewajiban membaca doa tertentu yang berbeda untuk putaran pertama, kedua, ketiga, dan seterusnya.

Jamaah boleh membaca:

  • Zikir dan istigfar.
  • Salawat kepada Nabi ﷺ.
  • Doa yang bersumber dari Al-Qur'an.
  • Doa pribadi yang baik dalam bahasa yang dipahami.

Salah satu doa yang diriwayatkan dibaca Rasulullah ﷺ antara Rukun Yamani dan Hajar Aswad adalah:

رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الْآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ

Rabbanā ātinā fid-dunyā ḥasanatan wa fil-ākhirati ḥasanatan wa qinā 'adzāban-nār.

“Ya Tuhan kami, berikanlah kebaikan kepada kami di dunia dan kebaikan di akhirat, serta lindungilah kami dari azab neraka.”

QS. Al-Baqarah [201] dan HR. Abu Dawud No. 1892, dinilai hasan oleh Al-Albani.

E. Setelah putaran ketujuh

Ketika putaran ketujuh selesai dengan kembali ke titik awal di Hajar Aswad, tawaf telah selesai.

Laki-laki kembali menutup bahu kanannya sebelum melaksanakan salat.

6

Tahap 6: Salat Sunnah Dua Rakaat Setelah Tawaf

Setelah tawaf, jamaah dianjurkan melaksanakan salat sunnah dua rakaat.

Dalil Al-Qur'an

Allah SWT berfirman:

وَاتَّخِذُوا مِن مَّقَامِ إِبْرَاهِيمَ مُصَلًّى

Wattakhidzū min maqāmi Ibrāhīma muṣallā.

“Jadikanlah Maqam Ibrahim itu tempat salat.”

QS. Al-Baqarah [125].

Tata cara

  1. Selesaikan tujuh putaran tawaf.
  2. Menuju lokasi yang aman untuk salat.
  3. Melaksanakan salat sunnah dua rakaat.
  4. Pada rakaat pertama dianjurkan membaca Surah Al-Kafirun setelah Al-Fatihah.
  5. Pada rakaat kedua dianjurkan membaca Surah Al-Ikhlas setelah Al-Fatihah.

HR. Muslim No. 1218.

Jika area belakang Maqam Ibrahim padat, salat dapat dilaksanakan di tempat lain dalam Masjidil Haram yang memungkinkan.

Jangan menghalangi jalur tawaf atau membahayakan jamaah demi berusaha salat tepat di belakang Maqam Ibrahim.

Minum air Zamzam

Setelah tawaf dan salat, jamaah dapat minum air Zamzam apabila tersedia.

Terdapat riwayat bahwa Rasulullah ﷺ meminum air Zamzam, sebagaimana disebutkan dalam HR. Bukhari No. 1637.

Minum Zamzam adalah amalan yang baik, tetapi bukan rukun atau syarat sah umroh.

7

Tahap 7: Melaksanakan Sa'i antara Safa dan Marwah

Sa'i adalah rukun ketiga umroh.

Sa'i dilakukan dengan berjalan dari Safa menuju Marwah dan sebaliknya sebanyak tujuh perjalanan.

Dalil Al-Qur'an

Allah SWT berfirman:

إِنَّ الصَّفَا وَالْمَرْوَةَ مِنْ شَعَائِرِ اللَّهِ

Innaṣ-ṣafā wal-marwata min sya'ā'irillāh.

“Sesungguhnya Safa dan Marwah merupakan sebagian syiar Allah.”

QS. Al-Baqarah [158].

A. Memulai sa'i dari Safa

Setelah selesai tawaf, jamaah menuju Bukit Safa.

Rasulullah ﷺ memulai sa'i dari Safa, mengikuti urutan yang disebutkan dalam Al-Qur'an.

HR. Muslim No. 1218.

Ketika mendekati Safa, jamaah dapat membaca penggalan QS. Al-Baqarah ayat 158.

Setibanya di tempat yang memungkinkan, menghadap kiblat, bertakbir, bertahlil, dan berdoa merupakan amalan yang dicontohkan Rasulullah ﷺ.

B. Zikir di Safa

Salah satu bacaan zikir yang diriwayatkan dalam hadis Jabir adalah:

لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ، لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ

Lā ilāha illallāhu waḥdahū lā syarīka lah, lahul-mulku wa lahul-ḥamdu wa huwa 'alā kulli syai'in qadīr.

“Tidak ada Tuhan yang berhak disembah selain Allah semata, tidak ada sekutu bagi-Nya. Milik-Nya kerajaan dan segala pujian. Dia Mahakuasa atas segala sesuatu.”

Setelah zikir, jamaah dianjurkan berdoa memohon kebaikan dunia dan akhirat.

Dalam riwayat Muslim No. 1218, Nabi ﷺ mengulang rangkaian zikir dan doa di Safa.

C. Berjalan dari Safa menuju Marwah

Setelah berdoa, jamaah berjalan menuju Marwah.

Perjalanan dari Safa ke Marwah dihitung satu kali sa'i.

Sesampainya di Marwah, jamaah menghadap kiblat, berzikir, dan berdoa sebagaimana yang dilakukan di Safa.

D. Berlari kecil di antara penanda hijau

Di area sa'i terdapat penanda hijau yang menandai bagian lintasan tempat laki-laki dianjurkan mempercepat langkah atau berlari kecil sesuai kemampuan.

Perempuan tetap berjalan biasa.

Jamaah yang sakit, lanjut usia, atau memiliki keterbatasan fisik tidak perlu memaksakan diri melakukan lari kecil.

Keselamatan jamaah harus diutamakan.

E. Menghitung tujuh perjalanan sa'i

PerjalananArahHitungan
1Safa → MarwahSatu
2Marwah → SafaDua
3Safa → MarwahTiga
4Marwah → SafaEmpat
5Safa → MarwahLima
6Marwah → SafaEnam
7Safa → MarwahTujuh

Sa'i dimulai dari Safa dan berakhir di Marwah.

Jamaah tidak harus berjalan bolak-balik tujuh kali penuh. Setiap perjalanan satu arah dihitung satu kali.

Ketika perjalanan ketujuh berakhir di Marwah, sa'i telah selesai.

8

Tahap 8: Tahallul: Mencukur atau Memendekkan Rambut

Tahallul merupakan rukun keempat dalam pedoman manasik umroh Indonesia.

Tahallul dilakukan setelah sa'i selesai, dengan mencukur atau memendekkan rambut sesuai ketentuan.

A. Dalil Al-Qur'an

QS. Al-Baqarah ayat 196 membahas larangan mencukur kepala sebelum waktunya ketika masih berada dalam keadaan ihram.

Ayat tersebut menegaskan pentingnya menjaga ketentuan ihram dan menyelesaikan manasik sesuai aturan.

B. Dalil hadis

Rasulullah ﷺ mendoakan rahmat Allah bagi mereka yang mencukur rambut kepala, kemudian juga menyebut mereka yang memendekkan rambut.

HR. Bukhari No. 1727.

Dari hadis tersebut dapat dipahami bahwa mencukur habis rambut kepala bagi laki-laki memiliki keutamaan, sementara memendekkan rambut juga dibolehkan.

C. Tahallul bagi laki-laki

Laki-laki dapat:

  • Mencukur habis rambut kepala (halq).
  • Memendekkan rambut kepala secara merata (taqshir).

Terdapat perincian fikih tentang batas minimal pemotongan rambut. Untuk kehati-hatian, jamaah dapat mengikuti petunjuk pembimbing manasik berdasarkan mazhab yang digunakan.

D. Tahallul bagi perempuan

Perempuan cukup memotong sebagian ujung rambut sesuai ketentuan fikih.

Perempuan tidak dituntunkan untuk mencukur habis rambut kepala sebagai tahallul.

HR. Abu Dawud No. 1984–1985.

E. Setelah tahallul

Setelah seluruh rangkaian umroh diselesaikan secara sah dan tahallul dilakukan, jamaah telah keluar dari keadaan ihram.

Larangan-larangan khusus ihram tidak lagi berlaku.

9

Tahap 9: Menjaga Ketertiban dalam Seluruh Rangkaian Umroh

Tertib merupakan rukun kelima dalam pedoman manasik yang digunakan di Indonesia.

Yang dimaksud tertib adalah melaksanakan manasik sesuai urutan yang ditetapkan.

Urutan dasarnya ialah:

  1. Berniat ihram untuk umroh.
  2. Melaksanakan tawaf tujuh putaran.
  3. Melaksanakan sa'i tujuh perjalanan.
  4. Mencukur atau memendekkan rambut.

Tertib tidak berarti semua amalan harus dilakukan dengan tergesa-gesa atau tanpa jeda istirahat.

Jika jamaah mengalami kelelahan, sakit, atau keadaan darurat, penanganannya harus mempertimbangkan keselamatan dan ketentuan fikih.

Hal-Hal Penting yang Sering Disalahpahami

1. Apakah setiap putaran tawaf memiliki doa wajib?

Tidak. Tidak ada ketentuan sahih yang mewajibkan satu doa khusus berbeda untuk masing-masing dari tujuh putaran tawaf.

2. Apakah mencium Hajar Aswad wajib?

Tidak. Mencium Hajar Aswad merupakan amalan sunnah, bukan rukun atau syarat sah tawaf.

3. Bagaimana jika perempuan mengalami haid?

Perempuan yang sedang haid tetap dapat berniat ihram dan menjalankan amalan yang diperbolehkan, tetapi tawaf ditunda sampai suci menurut ketentuan fikih.

Hal ini berdasarkan hadis Aisyah RA dalam HR. Bukhari No. 305.

Untuk kondisi mendesak, termasuk batas waktu penerbangan, jamaah perlu berkonsultasi langsung dengan pembimbing agama karena terdapat perbedaan rincian pendapat ulama.

4. Apakah boleh menggunakan kursi roda untuk tawaf dan sa'i?

Jamaah yang mempunyai keterbatasan fisik dapat menggunakan bantuan mobilitas yang sesuai ketentuan. Bagi jamaah yang sakit, pelaksanaannya perlu disesuaikan dengan kemampuan, pendampingan, dan petunjuk manasik.

5. Apakah salat dua rakaat setelah tawaf termasuk rukun?

Tidak. Salat dua rakaat setelah tawaf merupakan amalan yang dianjurkan dan tidak menggantikan rukun tawaf.

6. Apakah umroh memiliki kewajiban wukuf di Arafah?

Tidak. Wukuf di Arafah merupakan bagian dari ibadah haji, bukan rangkaian umroh.

Kesalahan yang Perlu Dihindari

Jamaah hendaknya memperhatikan beberapa kesalahan berikut:

  1. Melewati miqat yang berlaku tanpa memulai ihram.
  2. Tidak menyempurnakan tujuh putaran tawaf.
  3. Menghitung perjalanan sa'i secara keliru.
  4. Melaksanakan sa'i sebelum tawaf umroh tanpa dasar keadaan dan ketentuan fikih yang sesuai.
  5. Melakukan tahallul sebelum rangkaian ibadah yang disyaratkan selesai.
  6. Memaksakan diri mencium Hajar Aswad hingga menyakiti jamaah lain.
  7. Menganggap setiap doa dalam buku panduan sebagai bacaan yang wajib dibaca.
  8. Mengutamakan foto, video, atau aktivitas lain hingga mengganggu kekhusyukan maupun hak jamaah lain.

Jika terjadi kesalahan yang memengaruhi rukun atau wajib umroh, jangan menentukan sendiri hukum dam atau keabsahan ibadah tanpa memeriksa perinciannya kepada pembimbing manasik yang kompeten.

Kesimpulan

Umroh sesuai sunnah bukan sekadar menghafalkan bacaan Arab, tetapi menjalankan ibadah dengan benar, ikhlas, tertib, serta mengikuti tuntunan Rasulullah ﷺ berdasarkan dalil yang dapat dipertanggungjawabkan.

Hal-hal utama yang perlu dipahami calon jamaah adalah:

  • Memasuki ibadah dengan niat ihram pada miqat yang berlaku.
  • Memperbanyak talbiyah selama perjalanan menuju pelaksanaan tawaf.
  • Menyempurnakan tawaf sebanyak tujuh putaran.
  • Melaksanakan salat sunnah setelah tawaf apabila memungkinkan.
  • Melakukan sa'i tujuh perjalanan dari Safa sampai Marwah.
  • Mengakhiri ibadah dengan tahallul.
  • Menjaga adab, keselamatan, dan penghormatan terhadap jamaah lain.

Dengan ilmu manasik yang benar, jamaah diharapkan dapat melaksanakan ibadah secara lebih tenang, tertib, dan khusyuk.

Semoga Allah SWT menerima ibadah umroh seluruh jamaah dan menjadikannya ibadah yang penuh keberkahan. Amin.

Referensi Utama

Al-Qur'an:

  • QS. Al-Baqarah ayat 125 — Maqam Ibrahim dan salat.
  • QS. Al-Baqarah ayat 158 — Safa dan Marwah.
  • QS. Al-Baqarah ayat 196 — Perintah menyempurnakan haji dan umroh.
  • QS. Al-Baqarah ayat 201 — Doa kebaikan dunia dan akhirat.
  • QS. Al-Hajj ayat 29 — Tawaf di Baitullah.

Hadis:

  • Shahih Bukhari No. 1 — Niat.
  • Shahih Bukhari No. 305 — Ketentuan tawaf bagi perempuan haid.
  • Shahih Bukhari No. 1524 — Miqat.
  • Shahih Bukhari No. 1542 — Pakaian ihram.
  • Shahih Bukhari No. 1549 — Talbiyah.
  • Shahih Bukhari No. 1613 — Bertakbir ketika sejajar Hajar Aswad.
  • Shahih Bukhari No. 1616 — Ramal dan urutan tawaf–sa'i.
  • Shahih Bukhari No. 1727 — Keutamaan mencukur rambut.
  • Shahih Muslim No. 713 — Doa memasuki masjid.
  • Shahih Muslim No. 1218 — Rangkaian manasik, tawaf, salat, dan sa'i.
  • Shahih Muslim No. 1297 — Mengikuti tuntunan manasik Nabi ﷺ.
  • Sunan Abu Dawud No. 1892 — Doa antara Rukun Yamani dan Hajar Aswad.
  • Sunan Abu Dawud No. 1984–1985 — Memendekkan rambut bagi perempuan.

Checklist Interaktif Barang Bawaan Jamaah

Klik pada kotak untuk menandai barang yang sudah selesai Anda siapkan ke dalam koper resmi Azwar Travel.

Dokumen & Finansial

Pakaian & Perlengkapan Ihram

Kesehatan & Kebersihan Pribadi

Kumpulan Doa Pilihan

Bacaan Talbiyah Sepanjang Perjalanan

لَبَّيْكَ اللَّهُمَّ لَبَّيْكَ، لَبَّيْكَ لاَ شَرِيكَ لَكَ لَبَّيْكَ، إِنَّ الْحَمْدَ وَالنِّعْمَةَ لَكَ وَالْمُلْكَ، لاَ شَرِيكَ لَكَ

Labbaikallahumma labbaik, labbaika laa syariika laka labbaik, innal hamda wan ni'mata laka wal mulk, laa syariika lak.

"Aku penuhi panggilan-Mu ya Allah, aku penuhi panggilan-Mu. Tiada sekutu bagi-Mu, aku penuhi panggilan-Mu. Sesungguhnya segala puji, nikmat, dan kerajaan adalah milik-Mu, tiada sekutu bagi-Mu."

Doa Saat Melihat Ka'bah Pertama Kali

اللَّهُمَّ زِدْ هَذَا الْبَيْتَ تَشْرِيفًا وَتَعْظِيمًا وَتَكْرِيمًا وَمَهَابَةً، وَزِدْ مَنْ شَرَّفَهُ وَعَظَّمَهُ مِمَّنْ حَجَّهُ أَوِ اعْتَمَرَهُ تَشْرِيفًا وَتَكْرِيمًا وَتَعْظِيمًا وَبِرًّا

Allahumma zid hadzal baita tasyriifan wa ta'zhiiman wa takriiman wa mahaabah, wa zid man syarrafahu wa 'azzhamahu mimman hajjahu awi'tamarahu tasyriifan wa takriiman wa ta'zhiiman wa birra.

"Ya Allah, tambahkanlah kemuliaan, keagungan, kehormatan, dan kewibawaan pada Rumah (Ka'bah) ini. Dan tambahkanlah pula kemuliaan, kehormatan, keagungan, dan kebaikan bagi orang-orang yang memuliakan serta mengagungkannya dari kalangan orang yang berhaji atau berumrah."

Doa Antara Rukun Yamani dan Hajar Aswad

رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ

Rabbana aatina fid dunya hasanah, wa fil aakhirati hasanah, wa qinaa 'adzaban naar.

"Ya Tuhan kami, berikanlah kami kebaikan di dunia dan kebaikan di akhirat, dan lindungilah kami dari siksa api neraka."

Ingin Mengikuti Bimbingan Manasik Tatap Muka?

Azwar Travel mengadakan sesi manasik gratis bersama dewan asatidz sebelum keberangkatan untuk calon jamaah dan keluarga.

Logo PT Azwar Karya Wisata

PT AZWAR KARYA WISATA

Travel Umrah & Haji

Layanan umrah dan haji yang amanah dengan bimbingan sesuai sunnah, menghadirkan pengalaman ibadah yang terencana, khusyuk, dan berkesan.

Ikuti Kami

Konsultasi Umrah Gratis

Tautan Cepat

Paket & Layanan

Hubungi Kami

Alamat Kantor

Jl. Raya Kedungwaringin No. 88, Kec. Kedungwaringin, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat 17540

Lihat Lokasi di Google Maps

Hotline & WhatsApp

+62 815-8409-9035WhatsApp

Jam Operasional

Senin–Sabtu: 08.00–17.00 WIB

Layanan Darurat Jamaah: 24 Jam

Legalitas Resmi

Izin PPIU — Kemenag RI
No. 91204083221660004

Izin PIHK — Kemenag RI
SK No. 820/PIHK/2023

Keanggotaan & Sertifikasi

HIMPUH · ASITA · IATA Certified

Akreditasi

Akreditasi PPIU Peringkat A

© 2026 PT AZWAR KARYA WISATA. Hak cipta dilindungi.